Diskum Tangerang Apresiasi LPSR, Kembangkan Anyaman Bambu Hingga Ke Pasar Internasional

TANGERANG,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengapresiasi kegiatan Story of Buniayu yang di gagas London School of Public Relations (LSPR) Institute of Communication & Business di Kecamatan Sukamulya sebagai Sentra Anyaman Bambu ke Ranah Internasional.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara LSPR, Diskum Kabupaten Tangerang, serta Saung Bakul, komunitas pengrajin anyaman bambu Desa Buniayu. Acara berlangsung di Saung Bakul, Sabtu (10/1/2026).
“Diskum Kabupaten Tangerang, menyambut baik seluruh upaya yang sudah dilakukan stakeholdertermasuk Story of Buniayu yang digagas LSPR untuk mengembangkan produk unggulan yang ada di Kabupaten Tangerang,” ucap Anna.
Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Tangerang, dalam mengembangkan produk UMKM yang ada di Kabupaten Tangerang. Salah satunya yakni, mengembangkan Anyaman Bambu di Desa Buniayu ke ranah internasional.
Ia juga berharap, Buniayu ini bisa dijadikan sebagai tempat khusus untuk anyaman Sentra Anyaman Bambu ke ranah internasional. “Alhamdulillah teman-teman Story melihat itu dan mencoba untuk mengembangkan agar produk ini memiliki daya saing di tingkat lokal hingga Internasional,” katanya.
Sementara itu, ketua Penyelenggara The Story of Buniayu Moza Febrianita mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat promosi digital, meningkatkan mutu desain produk, serta mendorong daya saing perajin lokal agar bersaing di pasar internasional.
“Kami ingin membuat produk yang relevan dengan yang sekarang. Kami ingin mencoba, memberikan inovasi bagaimana cara Desa Buniayu lebih terkenal tetapi di ranah fesyen-nya,” kata Moza.
Dengan kolaborasi ini, ia berharap dapat menciptakan inovasi produk anyaman bambu, menjadi lebih beragam. “Kami harapkan supaya Desa Buniayu bisa dikenal, karena ingin membantu potensi dan memajukan kesejahteraan warga untuk melanjutkan tradisi anyaman bambunya sendiri,” tuturnya. (ADV)







