Cegah Abrasi, Pemkab Serang dan PT LBE Tanam 4.000 Pohon Mangrove di Pesisir Lontar

SERANG,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang bersama PT Lestari Banten Energi (LBE) menanam sebanyak 4.000 pohon mangrove di pesisir pantai lontar, Serang-Banten pada Senin (05/05).
Sekretaris DLH Kabupaten Serang Iman Saiman mangatakan, upaya tersebut dilakukan guna untuk mengantisipasi terjadinya abrasi di wilayah tersebut. Pihaknya selalu memberikan dukungan dan kemudahan kepada masyarakat KTH.
“Menurut kita ini sangat positif. Tadi sudah disampaikan juga bahwa dengan adanya penanaman mangrove juga bisa mencegah polusi dan abrasi. Sejak 2019 sudah ada 25.000 batang mangrove yang ditanam,” ujarnya.

Menurut dia dampak kegiatan ini sudah dirasakan oleh masyarakat, karena mangrove punya nilai ekonomis. Sebab Mangrove juga menjadi salah satu tempat budidaya kepiting, dan dapat juga dijadikan komoditas pakan.
“Wilayah ini juga memang termasuk rawan abrasi. Rapi dengan adanya penanaman pohon ini sudah mulai terkendali. Semoga LBE bisa memotivasi perusahaan lain untuk tanam mangrove. Karena LBE sudah konsisten dari 2019 dengan dibuat MoU pertama period 2019-2023, dan kedua 2024-2029,” tuturnya.
Head Of Operation PT LBE Ario Franata mengatakan, kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan oleh PT LBE merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan di Kabupaten Serang agar tetap lestari.
“Keberadaan usaha tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga dampak negatifnya. Itu sangat kami sadari sehingga kami sangat konsen terhadap pelestarian lingkungan hidup,” katanya.
Menurutnya, keberadaan mangrove sangat penting bagi ekosistem dan kehidupan manusia. Selain dapat menjadi benteng alami untuk menahan abrasi, mangrove juga dapat menyerap karbon dan menjaga udara tetap bersih.
Untuk itu, diharapkan keberadaan penanaman pohon mangrove ini dapat mencegah abrasi menggali potensi-potensi ekonomi serta meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.
“Ke depannya kami sangat berharap ini juga bisa lebih di kembangkan lagi agar bisa menggali potensi-potensi ekonomi yang ada di balik penanaman pohon mangrov itu. Seperti misalkan produk yang bisa dikolaborasikan dengan masyarakat sekitar,” tutupnya. (ADV)







