Dinsos Kota Serang Gelar UPSK dan Penyaluran Bantuan Bagi Penyandan Disabilitas

KOTA SERANG,- Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten beserta Dinsos Kota Serang melaksanakan kegiatan Unit pelayanan sosial keliling (UPSK) terhadap 30 penyandang disabilitas di Kelurahan Pancur kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten Jum’at, (21/06).
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinsos Kota Serang, Adhan Ramdhan mengungkapkan bahwa kegiatan UPSK bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan psikologis kepada penyandang disabilitas khususnya di Wilayah Kota Serang.
UPSK bagi penyandang disabilitas dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan dan memperluas jangkauan pemberian pelayanan sosial guna mewujudkan kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan ini juga melibatkan deteksi dini, konsultasi dan rekomendasi penanganan permasalahan serta penyebaran informasi tentang sistem sumber pelayanan sosial serta meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan. Dalam hal ini, kami melakukan deteksi dini terhadap kedisabilitasan dan kesehatan bagi penyandang disabilitas melalui UPSK,” ungkapnya.
Adhan mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Serang berkomitmen penuh terhadap pelaksanaan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Menurutnya, para penyandang disabilitas itu memiliki hak yang sama seperti masyarakat pada umumnya.
“Kami, Pemerintah Kota Serang berkomitmen penuh terhadqp perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, karena para penyandang disabilitas itu memiliki hak yang sama seperti masyarakat pada umumnya. Untuk itu, kita lakukan penjemputan bola,” kata Adhan.
Ia menjelaskan, pihaknya melibatkan tim kesehatan dari Puskesmas setempat untuk melakukan pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas, deteksi dini serta pelayanan konseling kondisi mental dan fisik penyandang disabilitas oleh psikolog.
Hasil yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini agar penyandang disabilitas dapat lebih mandiri dan membuka diri dalam lingkungan sosial maupun keluarga antara lain dengan memperhatikan kesehatan dan meningkatkan kepercayaan diri.
“Yang lebih penting ke depannya, kami mengajak seluruh komponen, baik pemerintah daerah maupun stakeholder lainnya, untuk bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan penyandang disabilitas agar mereka bisa mandiri,” harapnya (ADV)







