Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Gencarkan Gerakan Ibu Hamil Sehat untuk Cegah Stunting Sejak Dini

TANGERANG,- Dalam rangka memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di wilayah Kabupaten Tangerang, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat dan Penanganan Balita Bermasalah Gizi yang dilaksanakan di Kecamatan Gunung Kaler pada Kamis, 26 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Gerebek Posyandu yang telah dilakukan pada bulan Mei 2025 lalu.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Tangerang, Bapak Moch. Maesyal Rasyid, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. H. Achmad Muchlis, MARS, Camat Gunung Kaler, Kepala Puskesmas Gunung Kaler, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi, Bupati Tangerang, Bapak Moch. Maesyal Rasyid, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah aktif Dinas Kesehatan dalam menggerakkan berbagai inovasi untuk menurunkan angka stunting.

“Stunting bukan hanya persoalan gizi, tapi persoalan masa depan generasi. Gerakan seperti ini harus terus didukung dan diperluas. Ibu hamil yang sehat adalah pondasi utama anak yang kuat, cerdas, dan bebas stunting,” tegas beliau.

Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. H. Achmad Muchlis, MARS, menjelaskan bahwa Gerakan Ibu Hamil Sehat merupakan bagian penting dari upaya pencegahan stunting yang dilakukan bahkan sebelum bayi dilahirkan.

“Melalui gerakan ini, ibu hamil didorong untuk menjalani pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali, termasuk 2 kali pemeriksaan USG dan pemeriksaan oleh dokter, yang kini sudah tersedia di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Tangerang. Selain itu, ibu hamil diberikan Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin, mengikuti kelas ibu hamil, melakukan olahraga dan aktivitas fisik yang disarankan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mendapatkan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar,” terang dr. Muchlis.

Dinas Kesehatan berharap melalui gerakan ini, ibu hamil dan balita yang terindikasi bermasalah gizi dapat ditangani lebih cepat dan lebih tepat, sehingga risiko stunting bisa ditekan secara signifikan di Kabupaten Tangerang.

Baca Juga:

bantennavigasi.com