Dinsos Kota Tangerang Gelar Apel Siaga Bencana, Antisipasi Risiko Bencana Hidrometerologi

KOTA TANGERANG — Wilayah Kota Tangerang secara perlahan mulai memasuki masa peralihan cuaca menuju musim penghujan atau cuaca extrem. Pasca penetapan status darurat bencana hidrometeorologi di Kota Tangerang sejak 4 Desember sd Maret 2025 dan Apel Siaga Bencana Tingkat Kota Tangerang yang dipimpin Wali Kota Tangerang Rabu, 10 Desember 2025 di Situ Cipondoh.
Apel tersebut dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang kerap terjadi di Kota Tangerang.
Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kampung Siaga Bencana (KSB) di 9 Kelurahan rawan bencana dan Saka Bina Sosial secara bersama-sama menggelar Apel Siaga Bencana di samping Kantor Dinsos Kota Tangerang (Mako Tagana), Rabu pagi (17/12/2025).
Kepala Dinsos Kota Tangerang, Mulyani, mengatakan bahwa apel siaga ini digelar sebagai upaya antisipasi menghadapi potensi bencana di akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengecek kekuatan dan kesiapan sumber daya dan sarana prasarana dalam penanggulangan bencana yang menjadi kewenangan Dinas Sosial Kota Tangerang.
“Hari ini Dinas Sosial Kota Tangerang mengadakan apel siaga bencana dalam rangka mengantisipasi terjadinya potensi bencana di akhir tahun 2025 dan juga awal tahun depan. Kami mengecek kekuatan kami, mulai dari sumber daya manusia, peralatan dapur umum, kendaraan rescue, hingga persediaan logistik lainnya seperti sandang dan pangan,” ujar Mulyani.
Selain apel, Dinsos Kota Tangerang juga melakukan peninjauan langsung terhadap kelengkapan sarana dan prasarana penanganan bencana dan persediaan logistik bencana. Pemeriksaan meliputi kelayakan kendaraan rescue, kendaraan operasional lainnya, kesiapan peralatan dapur umum, serta ketersediaan stok logistik bantuan bagi korban bencana.
“Kami memastikan kelayakan kendaraan rescue dan kendaraan pendukung lainnya, termasuk peralatan dapur umum dan kesiapan logistik atau buffer stock yang akan digunakan untuk membantu masyarakat saat kondisi darurat maupun pascabencana,” tambahnya.
Mulyani menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini penting agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran saat bencana terjadi. Ia juga mengimbau masyarakat seperti Kampung Siaga Bencana (KSB) dan masyarakat perorangan maupun bersama-sama untuk ikut berperan aktif dalam upaya mitigasi bencana, terutama menghadapi ancaman yang sering muncul di musim penghujan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan langkah antisipasi terhadap potensi bencana seperti banjir dan pohon tumbang,” pungkasnya.
Dengan digelarnya apel siaga bencana ini, Dinsos Kota Tangerang bersama Tagana, KSB diharapkan semakin siap dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat apabila terjadi bencana di wilayah Kota Tangerang.







