Tak Hanya Ingin Sebatas Viral, DPRD Kota Serang Destinasi Wisata Bentuk Satgas dan Pembinaan Pokdarwis

KOTA SERANG,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang menyoroti pengelolaan destinasi wisata yang dinilai kerap hanya mendapat perhatian ketika sedang viral.  Setelah momentum tersebut berlalu, destinasi wisata dikhawatirkan kembali minim pengelolaan dan pendampingan.

Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Serang membentuk satuan tugas (satgas) lintas organisasi perangkat daerah untuk memastikan destinasi wisata yang mulai dikenal masyarakat tidak berhenti berkembang setelah viral.

Ia menyampaikan pemerintah tidak boleh menjadikan viralnya sebuah destinasi sebagai satu-satunya momentum untuk melakukan pengembangan.

Perhatian tersebut harus dilanjutkan dengan pengelolaan, pembangunan infrastruktur, hingga pembinaan masyarakat secara berkelanjutan.

“Paling tidak mereka dinas terkait itu kalau bisa dibentuklah satgas dari lintas daripada OPD. Jangan sampai disiapkan setelah itu ditinggalkan,” ujar Muji, Jumat (28/8/2026).

Ia menilai keberadaan satgas penting agar pengembangan destinasi wisata tidak berjalan sendiri-sendiri.

Koordinasi diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan destinasi, termasuk infrastruktur dan fasilitas pendukung.

Misalnya kawasan wisata Gunung Gedor yang saat ini sudah mulai dikunjungi wisatawan yang mendaki bahkan camping ground.

“Artinya memang dinas terkait itu harus segera mengkoordinasikan apa infrastruktur yang memang harus dipenuhi itu harus segera koordinasi paling tidak dengan PU dan perkim. Itu juga kan membantu meningkatkan PAD-nya,” ucap Muji.

Selain penguatan infrastruktur, DPRD juga mendorong pembinaan terhadap kelompok sadar wisata (Pokdarwis).  Menurut Muji, Pokdarwis memiliki peran penting dalam menjaga aktivitas dan keberlangsungan pengelolaan destinasi di tingkat masyarakat. “Perlu. Pembinaan Pokdarwis itu perlu,” tegasnya.

Ia juga mendorong promosi destinasi wisata melalui berbagai event yang digelar di Kota Serang.  “Akan dicoba nanti dalam kegiatan event-event yang memang dilakukan di Kota Serang, salah satunya mensosialisasikan Kota Serang, khususnya kegiatan daripada paralayang,” jelas Muji.

Muji kembali menekankan bahwa pemerintah tidak cukup hanya membangun dan mempromosikan destinasi wisata.  Setelah destinasi wisata viral, harus ada langkah lanjutan berupa pengelolaan dan pendampingan agar tidak kembali mati suri. “Pendampingan dari pemerintah perlu? Iya, perlu,” pungkasnya. (ADV)

Baca Juga:

bantennavigasi.com